Kubang Saiyo Percontohan Pengendalian Hama Tikus

Padang, Rakyat Sumbar–Persoalan serangan hama tikus bukanlah hal baru di Kota Padang. Warga masyarakat Kecamatan Pauh, di daerah salah satu sentral tanaman padi ini, hampir tiap tahunnya merasakan dampak tak maksimalknya produksi pertaniannya akibat gangguan hama tersebut.

Beberapa waktu lalu, Dinas Pertanian Kota Padang mengadakan kegiatan pengendalian hama tikus bersama Kelompok Tani Kubang Saiyo, Kelurahan Limau Manis,  Kecamatan Pauh. Ini sebagai percontohan dalam upaya peningkatan produksi pertanian,  dan memperantasan hama yang menyerang pertanian masyarakat.

“Serangan hama tikus menyebabkan penurunan produksi pertanian,  bahkan gagal panen sering kami rasakan. Biasanya untuk 1 hektar hasilkan 60 karung lebih tiap panen,  beberapa tahun terakhir hasilnya kadang tak sampai setengahnya,” sebut Ketua  Kelompok Tani Kubang Saiyo,  Vevi Sumantri Yusuf,  Minggu (22/3).

Ia mengatakan,  Kelompok Tani Kubang Saiyo memiliki areal tanam luasnya mencapai 50 hektar, dan itu tersebar letaknya di Kelurahan Limau Manis.  Masalah hama tikus hampir semua petani merasakannya,  walaupun sawah dikeringkan atau airnya digenang tetap saja hama tikus menyerang.

“Luas lahan padi kami totalnya 50 hektar. Harusnya tiap hektarnya dapat produksi padi  7,6 ton setiap panen. Namun itu sangat sulit terwujud dalam kondisi sekarang, apalagi serangan hama tikusnya cukup parah,” jelasnya.

Ia menyampaikan, berbagai upaya telah dilakukan petani namun hasilnya belum maksimal dalam memberantas hama tikus. Tentunya bantuan dari dinas pertanian  dalam  penanggulangan hama tikus ini sangat diharapkan.

“Pada 5 Maret lalu telah dilakukan kegiatan pengendalian hama tikus bekerjasama dengan dinas pertanian Kota Padang. Setelah pemantauan selama dua pekan, kami melihat terjadi penurunan dampak kerusakan padi petani,” ungkapnya.

Ia mengungkapkan,  kegiatan  pemasangan umpan dengan media alami berupa sabut kelapa dan bambu, serta menggunakan kipang Petrokum dilakukan. Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala UPT Pelindungan Tanaman dinas Pertanian Kota Padang Damril.

Kegiatan ini dibantu petugas fungsional Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Dinas Pertanian Kota Padang,  penyuluh pertanian lapangan (PPL) Kelurahan Limau Manis dan melibatkan seluruh anggota kelompok tani Kubang Saiyo.

“Alhamdulillah serangan hama tikus yang sebelumnya mengganas bertahap mulai berkurang. Tikusnya terlihat banyak yang mati, dan tidak ada lagi tanda kalau ada padi dimakan tikus,” pungkasnya. (mul).

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *